Langsung ke konten utama

“Ngutang....Boleh nggak ya? (Bunda Fatmi Amro)







Boleh ngutang nggak? Boleh dong. Kita kan nggak selalu ada. Ada masanya kondisi dompet kita lagi tipis. Nah. Kita bisa pinjam dulu pada yang lagi punya uang. Sebaliknya, bila kita lagi ada, lalu ada teman yang butuh, bisa dong kita bantu. Hitung-hitung kita melapangkan kesulitan orang lain dan inshaallah dapat pahala dari Allah, itupun kalau ikhlas hehehe.





Nah... masalahnya bagaimana kalau berhadapan dengan masalah berikut ini? Duh... gimana gitu. Kata anak muda sekarang sakitnya tuh di sini ( nyesek banget...)
Apa saja sih yang sangat bikin baper dan nyesek...?
1.      Fashion banget, tapi hutang nggak bayar.
2.   Datang pada jam-jam sibuk, seperti mau sholat magrib. Alasan anak sakit, uang sekolah anak, si dedek barusan nabrak orang. Pokoknya penting dan insiden sekali
3.   Hutang di warung A, giliran tunai eeh di warung sebelah.
4.   Sebelum pinjam uang, duh wajah ngelesnya bikin air mata menganak sungai. Suaranya kayak mau nangis gitu. Eh giliran nagih, wah kayak budak berhadapan dengan raja,  atau serasa ngemis banget .
5.     Tagih siang, katanya entar malam. Tiba malam, eh banknya tutup. Ada kalanya, bank nya nggak connect.
6.    Ketemu di jalan, aduh jeng dompetnya ketinggalan. Si mas nya masih di luar kota.
7.    Mau ketemuan di rumah, eh muncul anak kecil yang sudah diajari bohong bilang mama lagi nggak di rumah.
8.  Di telepon nggak dijawab. Kalau dijawab, dibilang aduh kok nggak jelas ya ngomongnya, mungkin sinyal ya..
9.      Di SMS nggak dibalas, tapi si smartphone udah ngasih kode kalau pesan sudah dibaca.
10.  Datang ke rumah, pura-pura sedang marah sama anak. Yang nagih jadi nggak enak juga.
11.  Pura-pura lupa, eh malah minjam lagi, alamak....

Yuk kita bahas beberapa masalah hutang !
1.      Hutang piutang itu apa?
Hutang menurut Kamus Bahasa Indonesia, uang yang dpinjamkan dari orang lain. Sedangkan piutang mempunyai arti uang yang dipinjamkan (dapat ditagih dari orang lain)
2.      Apakah Islam membolehkan berhutang?
Islam tidak melarang berhutang. Yang dilarang keras dan diharamkan adalah Riba ( semua utang dengan kelebihan bayar/manfaat)  Dalam surat Al Baqarah ayat 282, Konsep berhutang dalam Islam wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu menjalankan sesuatu urusan dengan hutang piutang, yang diberi tempo hingga ke suatu masa yang tertentu, maka hendaklah kamu menulis (hutang dan masa bayarannya) itu dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulisnya dengan adil ( benar)
3.      Apa sih bahaya hutang?
Dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah, siapa saja yang berhutang dan ia berencana tidak mengembalikannya kepada pemiliknya, maka ia akan menjumpai Allah dengan status sebagai pencuri.
Kemudian dalam Hadist Riwayat Muslim, “Terbunuh di jalan Allah menghapuskan seluruhnya kecuali hutang”
Nah, kita udah membahas mengenai apa itu hutang?, Apakah Islam membolehkan berhutang?, dan bagaimana bahaya hutang ?Namun, ada beberapa problem yang sering kita temui dalam hutang piutang, yang banyak bikin baper bagi sebagian orang.
1.      Seseorang yang berhutang, karena memang betul-betul membutuhkannya. Janji pembayarannya ditepati, dan yang memberikan piutang tidak meminta balasan atau Riba. Ia meminjamkannya dengan keikhlasan dan mengharapkan pahala dari Allah.
Kondisi yang pertama ini, diharapkan oleh semua orang. Karena bisa jadi suatu saat ia juga butuh pertolongan. Dunia terasa begitu bersahabat jika ini yang terjadi.
2.      Seseorang yang berhutang, karena memang betul-betul membutuhkannya. Tetapi karena kondisi keuangannya belum juga ada, maka yang berhutang meminta tangguh kepada yang meminjamkan uang. Yang memberi hutang merasa tidak masalah karena masih ada kejujuran dari yang berhutang dan dari segi ekonomi ia orang yang mampu. Apalagi jika yang memberi hutang mengikhlaskan hutang karena memang betul-betul tidak mampu untuk mengembalikannya. Semoga Allah membalas kebaikan yang memberi hutang.
Kondisi kedua ini adalah tantangan dan ujian bagi yang memberi hutang, seberapa besar ia mau berkorban bagi orang lain dan mengharap pahala dari Allah.
3.      Seseorang yang berhutang tapi demi memenuhi gaya hidup. Nah. Ini mulai bikin baper bagi sebagian  orang. Tidak masalah sih jika seseorang bersedia meminjamkan uang dan si peminjampun mengembalikannya sesuai dengan waktunya.
4.      Seseorang yang berhutang, lalu menunda-nunda pembayarannya.
Menunda hutang adalah kedholiman. Menurut Al-Bukhari ,” menunda pembayaran hutang dalam kondisi mampu adalah kedholiman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan (hutangnya) kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya.

Demikian tulisan bunda kali ini bicara mengenai hutang. Mudah-mudahan bermanfaat. Setidaknya jangan sampai hutang menjauhkan kita dari rasa bersaudaraan dan kebersamaan. Jangan sampai yang dekat menjadi jauh. Yang cinta menjadi benci.
Salam ...bunda Fatmi.







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

16 Langkah Bagaimana Anda Sebaiknya Dalam Bekerja (oleh. Fatmi, M.Pd)

Artikel ini berjudul 16 langkah bagaimana anda sebaiknya dalam bekerja?. Judul ini penulis buat karena kebiasaan banyak orang dalam melakukan sebuah pekerjaan terkadang tidak mendapatkan hasil yang maksimal bahkan ada yang gagal. Alangkah sia-sianya waktu yang sudah kita habiskan jika hal itu yang terjadi. Beberapa pengalaman dari orang-orang yang terkenal di muka bumi ini, seperti Albert Einsten, Graham bell, Bill gates, . Sesuatu yang mereka   hasilkan tidaklah berjalan mulus. Tetapi mereka terus berusaha sehingga menemukan hasil yang memuaskan. Bahkan hasil pekerjaan mereka dapat bermanfaat bagi orang lain.   Dalam sebuah buku yang ditulis oleh Nelson Anand (2009)   yang berjudul Dare to Dream, menceritakan 17 orang sukses. Mereka orang-orang biasa yang berani bermimpi besar. Berani menciptakan keberanian sejati, dan terbukti mereka berhasil. Beberapa nama dalam buku tersebut seperti Ajim Premij, Andrea Hirata, Andrie Wongso,Arnold Schwarzene...

Kuceritakan karena senja telah mendekat (By. Bunda Fatmi)

Kuceritakan padamu... Kalaulah waktu bisa kuulang, ingin kuputar kembali Bukan menyesali yang telah terjadi Bukan menyalahi kodrat Bukan pula tak menyukuri nikmat Karena ada hikmah di setiap ruang waktu, Ingin kubagi cerita itu denganmu Ambillah manis dan pahitnya Manisnya untuk penyemangatmu Pahitnya untuk pembelajaranmu Ada masalah besar, ada masalah kecil Jangan kauanggap masalah besar tak bisa mengecil Jangan kau anggap masalah kecil tak bisa membesar Semuanya tergantung pada bijak cara pandangmu Ada yang datang tertawa denganmu Ada yang pergi menangis karenamu Terlebih dalam berucap Terkurang dalam berbuat Dunia menggoda, karena cantik dan indah dalam pandangan Dan kitapun cenderung dalam kesenangan Senjaku mulai datang Menyapaku pelan-pelan Karena itu aku ceritakan padamu Aku tak bisa menyamakan pandang denganmu Aku tak bisa menjadikanmu menjadi diriku Aku tak membuat pagar denganmu Yang akan membatasi antara kau dan ...